Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts
Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts

Friday, May 18, 2012

Ketika Aku Jatuh Cinta Kepada "nya"

Saat itu aku masih lugu, tak banyak tahu tentang hal-hal di luar duniaku. Saat itu juga ada seorang lelaki yang begitu dekat denganku, rela melakukan apapun demi membahagiakanku. Dia telah menjadi bagian yang begitu berarti dalam hidupku, karena dia sangat memahamiku. Dialah lelaki yang hampir tidak pernah menolak permintaanku. Dia temani hari-hariku tanpa satu haripun berlalu. Dia perlakukanku layaknya seorang tuan putri yang tak boleh seorangpun mengganggu. Kesederhanaan, kedewasaan, dan kehangatan sikapnya benar-benar ku rasakan tanpa ragu. 
Dia begitu istimewa di mataku. Banyak hal yang telah dia ajarkan padaku. Dia, sosok pria yang selalu siap melindungiku tapi tak pernah mau melihatku lemah jika dirinya tak sedang bersamaku. Dia menyukai jika aku menjadi wanita yang tahu malu tapi keras menegurku jika bertanya hal-hal yang ku tak tahu pun aku malu.
Dia juga telah mengenalkan banyak hal padaku. Dia yang membuat acara berita di televisi menjadi salah satu tontonan favoritku. Dialah lelaki pertama yang mengajakku ke pantai tanpa malu-malu. Sering ia menonton film-film box office tanpa pernah alpa untuk mengajakku. Aku selalu melihatnya bahagia ketika nonton pertandingan sepak bola bersamaku.Ya, dia adalah orang yang mengenalkan sepak bola padaku hingga pada akhirnya dia membuatku jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta. Dengan apa yang telah dia lakukan, aku benar-benar jatuh cinta. Dia membuatku benar-benar jatuh cinta pada sepak bola. Bagaimana tidak cinta, aku mengenal sepak bola 18 tahun yang lalu, ketika aku baru bisa membaca, dan sampai saat ini aku masih gemar menonton pertandingan sepak bola.

Dia, ayahku, telah membuatku benar-benar jatuh cinta pada sepak bola.

Wednesday, May 16, 2012

Pantang Menyerah, Berjuang Hingga Akhir!

Dramatis! Menegangkan! Membahagiakan! Menyakitkan!
Empat kata di atas rasanya mampu mewakili suasana pertandingan terakhir Liga Primer Inggris yang sekaligus menjadi partai penentu jawara liga musim 2011/2012. Betapa 2 menit yang begitu berharga dan begitu membahagiakan bagi kubu The Citizens. Di lain pihak, The Red Devils merasakan waktu 2 menit tersebut sangat mengecewakan, memupuskan harapan mereka untuk menggenapkan gelar.

Menjamu QPR di Etihad Stadium, Kompany cs mengurung pertahanan anak buah Mark Hughes sejak menit awal pertandingan. Sempat unggul melalui gol yang dicetak Zabaletta, City harus kebobolan saat Djibril Cisse mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari kesalahan Vincent Kompany. Jika kapten Manchester biru membuat kesalahan hingga membuat Cisse berhasil menjebol gawang Joe Hart, maka kapten QPR, Joey Barton membuat kesalahan yang sebenarnya konyol dan sangat tidak perlu, yaitu melakukan pelanggaran tanpa bola terhadap Carlos Tevez sehingga wasit Mike Dean harus memberikan kartu merah padanya. Sebelum meninggalkan lapangan, ia pun sempat melayangkan tendangan ke Sergio Aguero, hendak menanduk Vincent Kompany, dan nyaris berkelahi dengan Mario Balotelli.
Memanfaatkan keunggulan dalam jumlah pemain, para punggawa Manchester City terus menggempur pertahanan Queens Park Rangers. Kesigapan Paddy Kenny dalam menjaga gawangnya tidak membuat Kun Aguero dan kawan-kawannya menyerah. Di pinggir lapangan, Don Mancio pun terlihat tidak mau menyerah begitu saja. Namun di tengah usaha mencari gol tambahan, kubu The Citizens justru dikejutkan dengan akselerasi yang dilakukan Traore dari sayap kiri. Traore yang menggantikan Cisse, mampu mengecoh Kompany untuk kemudian melepaskan umpan silang kepada Jamie Mackie yang tak terkawal dan berhasil menyarangkan bola ke gawang Hart melalui sundulannya.
Berbekal keinginan kuat untuk meraih trofi, Mancini kemudian memasukkan Edin Dzeko serta Balotelli. Keputusan memainkan Dzeko berbuah gol pelecut semangat di menit kedua tambahan waktu dari 5 menit yang diberikan oleh wasit. Karena hasil imbang dapat membuat MU meraih gelar ke-20 mereka, maka City berjuang mati-matian berusaha membobol gawang QPR. Usaha tak kenal lelah David Silva cs akhirnya berbuah manis. Sergio Kun Aguero! Dialah yang menjadi pahlawan The Citizens dengan tendangan kerasnya ke gawang Kenny di menit ke 94. Gol penentu tersebut sontak membuat para suporter yang sempat bersedih menjadi gembira.




Gol Aguero membuat Etihad Stadium bergemuruh menyuarakan kebahagiaan mereka. Di lain pihak, kubu Setan Merah mengalami kekecewaan karena kekalahan yang bisa dibilang menyakitkan karena gol penentu kemenangan City tercipta di saat-saat terakhir, di mana Fergie dan pasukannya bersiap menyambut kemenangan. 


Di balik kemenangan dramatis yang berhasil diraih pasukan Mancini, kita bisa mendapatkan pelajaran bahwa untuk mewujudkan mimpi kita harus berjuang hingga akhir. Tak ada kata menyerah sebelum peluit akhir dibunyikan. Kenyataan bahwa Manchester United berhasil unggul 1 angka atas Sunderland, tidak membuat anak-anak Manc. City menundukkan kepala dan menghapus mimpi meraih gelar dari kepala mereka. Mereka tidak sedikitpun mengendurkan serangan meski pertahanan QPR sulit ditembus. Mereka bahkan berjuang hingga akhir terbukti dari 2 gol yang tercipta di masa injury time.

Selamat buat Manchester City!

Thursday, March 1, 2012

SAYA SENANG DENGAN KEKALAHAN TELAK INDONESIA DARI BAHRAIN

Beberapa di antara kalian pasti bertanya-tanya atau bahkan mungkin marah saat membaca judul tulisan saya ini. Tapi begitulah faktanya. Saya senang dengan kekalahan 10 gol tanpa balas yang dialami pasukan tim nasional Indonesia pada Rabu malam (29/2). Sungguh saya senang dan ingin menyuarakan kesenangan saya ke seluruh rakyat negeri ini tanpa terkecuali.

Mungkin ada di antara kalian yang bertanya apakah kesenangan yang saya rasakan merupakan wujud lunturnya rasa nasionalisme saya atau apakah sekarang saya sudah tidak mau lagi mendukung timnas Indonesia. TIDAK!!! Saya tetap mencintai tanah air saya dan saya tetap pendukung setia Timnas Merah Putih.

Kesenangan saya ini justru merupakan wujud cinta dan kepedulian saya sebagai seorang pecinta dan pendukung Timnas Garuda. Saya senang karena saya berharap kekalahan telak anak buah Aji Santoso bisa menjadi pelajaran bagi para pengurus PSSI yang masih membawa kepentingan pribadi atau kelompoknya dalam mengurus dan membenahi persepakbolaan dalam negeri. Mereka bisa lihat bahwa hasil memalukan dalam laga Kualifikasi Pra Piala Dunia Grup E Zona Asia merupakan imbas dari keegoisan mereka. Pembatasan pemilihan para pemain yang boleh berkostum timnas berakibat fatal dan merugikan bangsa. Para pemain ISL tidak diizinkan untuk membela negara, meskipun beberapa di antara mereka punya banyak pengalaman dalam berkostum Merah Putih dan pun mereka bagian dari komposisi Timnas sebelumnya. Di sini saya sama sekali tidak merendahkan kualitas pemain IPL, karena tidak sedikit pemain-pemain dengan talenta bagus yang membela klub-klub dalam liga tersebut, seperti Andik Vermansyah, Abdur Rahman, dan Ferdinand A. Sinaga. Jadi sudah seharusnya tidak ada lagi dualisme liga. ISL dan IPL harus bisa menjadi sebuah ajang yang dapat menjadi wadah kompetisi sepak bola dalam negeri yang sehat dan berkualitas.
 
Itulah gambaran kesenangan saya. Sejatinya, jauh di lubuk hati saya, saya sangat sedih melihat para pemain Indonesia dipecundangi di Stadion Nasional Manama. Hati saya hancur menyadari bahwa para pemain yang kemudian menjadi korban dari keegoisan para petinggi PSSI. Hanya karena kepentingan pribadi dan golongan lantas merampas hak anak bangsa yang tidak hanya punya keinginan tapi juga memiliki kemampuan untuk diberi kesempatan dan diberi kepercayaan tampil sebagai punggawa Timnas Merah Putih.

Saya sebagai seorang penikmat dan pecinta sepak bola berharap agar kedepannya sepak bola kita tidak lagi dipenuhi dengan kepentingan kelompok para pengurusnya karena hanya akan merugikan talenta-talenta hebat pesepak bola tanah air. Kami para penggila bola pun dirugikan karena tidak dapat menyaksikan seutuhnya keindahan dan kehebatan para pemain bola tanah air.

Semoga tidak ada lagi kekisruhan dalam sepak bola Indonesia. Semoga sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi dan terus maju hingga pada saatnya nanti bisa berbicara di level internasional. Semoga suatu saat nanti rakyat Indonesia bisa mendengar salah satu nama anak bangsa didaulat sebagai pemain terbaik dunia.

                                                     _____________***______________

Tulisan ini saya buat hanya untuk mengungkapkan kecewaan dan juga harapan saya akan kondisi persepakbolaan Indonesia. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya :)

Never Stop to Smile

Never Stop to Smile

The Nature of Human Being

The Nature of Human Being

Think Purple

Think Purple